-->

Legenda - DEMANG JEBRES # Bag. 1

Legenda - DEMANG JEBRES # Bag. 1
Legenda - DEMANG JEBRES # Bag. 1
TAMAN TEMBANG DAN SASTRALEGENDASahabat Taman Tembang dan Sastra, selamat berjumpa kembali dengan TAMAN LEGENDA (cerita rakyat). Edisi kali ini disajikan cerita DEMANG JEBRES, yakni bagian 1. Selengkapnya adalah sebagai berikut.

DEMANG JEBRESBagian 1

Oleh: Parpal Poerwanto

Kesultanan Mataram berdiri pada abad ke-17 dengan raja pertama Panembahan Senapati atau Danang Sutawijaya, putra dari Ki Ageng Pemanahan yang masih trah dari kerajaan Majapahit. Ketika berdiri Mataram adalah berupa kadipaten di bawah Kesultanan Pajang. Mataram awalnya berupa hutan bernama Mentaok yang merupakan hadiah Sultan Hadiwijaya kepada Ki Ageng Pemanahan karena berhasil mengalahkan Adipati Jipan Panolan, Harya Penangsang.

Sejak Sultan Pajang wafat, kedudukan Mataram semakin kuat. Wilayah Pajang menjadi kekuasaan Kerajaan Mataram. Mataram mengalami masa keemasan ketika Mas Rangsang naik tahta dan bergelar Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma atau dikenal dengan nama Sultan Agung. Wilayah Mataram meliputi Jawa Tengah termasuk DIY sekarang, Jawa Timur dan Madura. Mataram pernah berkoalisi dengan Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon dan terlibat dalam beberapa peperangan antara Mataram melawan VOC. Sayang usaha Sultan Agung ini belum berhasil.


Sepeninggal Sultan Agung tapuk pemerintahan Kesultanan Mataram digantikan oleh putranya yang bergelar Amangkurat I.  Pemerintahan Amangkurat I tidak stabil karena banyak ketidakpuasan dan pemberontakan. Pemberontakan yang paling besar dan berbahaya adalah pemberontakan Trunajaya dan memaksa Amangkurat bersekutu dengan VOC.  Sejak saat itu keadaan politik Mataram tidak pernah stabil. Hal ini memang dikehendaki oleh VOC agar penguasa Mataram selalu berselisih dan dapat diadu domba.

Keberhasilan VOC dengan ditandai adanya Perjanjian Giyanti, karena ditandatangani di sebuah tempat di daerah Karanganyar, Jawa Tengah. Isi perjanjian ini membagi wilayah Mataram menjadi dua, yakni Kesultanan Yogyakarta dengan Pangeran Mangkubumi menjadi sultan dan bergelar Ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengku Buwana Senopati Ing-Ngalaga Ngabdurakhman Sayidin Panatagama Khalifatullah atau lebih dikenal dengan gelar Sri Sultan Hamengku Buwana I dan Kasunanan Surakarta di mana Sunan Paku Buwana III menjadi rajanya.

Rupanya VOC belum puas mempraktIkkan politik adu domba dan pecah belah. Urusan intern Kasunanan selalu mendapat campur tangan dari VOC. Maka banyak pangeran yang tidak puas sehingga memisahkan diri dari kerajaan dan mengadakan perlawanan. Salah satunya ialah Raden Mas Said putra Pangeran Mangkunegara. Perjuangan Raden Mas Said memakan waktu yang cukup lama. Semula Raden Mas Said berjuang bersama Pangeran Mangkubumi. Namun di kemudian hari, Raden Mas Said harus melawan tiga kekuatan karena Pangeran Mangkubumi memihak Kasunanan Surakarta dan VOC.


Raden Mas Said memang seorang pejuang yang gagah berani. Walaupun menghadapi tiga kekuatan besar, ia pantang menyerah. Berbagai serangan dan upaya telah dilakukan oleh VOC. Merasa kewalahan dan memakan biaya yang banyak, maka pihak VOC mencari jalan damai melalui suatu perundingan. Akhirnya pada tanggal 17 Maret 1757 diadakan Perjanjian Salatiga. Raden Mas Said berhak atas tanah 6000 karya (kerja) beserta daerah-daerah yang dikuasainya terlebih dahulu. Raden Mas Said dinobatkan sebagai adipati yang berkedudukan di Mangkunegaran dengan gelar Kangjeng Gusti Adipati Arya Mangkunegara I, disingkat K.G.P.A.A. Mangkunegara I. Dengan demikian Kasunanan Surakarta telah pecah menjadi dua.

Sahabat Taman Tembang dan Sastra, terima kasih atas kunjungannya. Sampai jumpa, jangan lupa kunjungi seri berikutnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Legenda - DEMANG JEBRES # Bag. 1"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel