-->

Legenda - Cerita Sepanjang Bengawan Solo # Sobrah Penganten

Legenda - Cerita Sepanjang Bengawan Solo # Sobrah Penganten
Legenda - Cerita Sepanjang Bengawan Solo # Sobrah Penganten
TAMAN TEMBANG DAN SASTRALEGENDASahabat Taman Tembang dan Sastra, selamat berjumpa kembali dengan TAMAN LEGENDA (cerita rakyat). Edisi kali ini disajikan cerita Sepanjang Bengawan Solo yakni SOBRAH PENGANTEN.   Selengkapnya adalah sebagai berikut.

SOBRAH PENGANTEN

Oleh: Parpal Poerwanto

Di dekat Dusun Semanding Desa Kemiri terdapat suatu tempat yang terletak di tengah-tengah sungai yaitu Sobrah Penganten.  Sobrah Penganten ini sebenarnya berupa sepasang pohon yang hidup di tengah-tengah Bengawan Solo.

Menurut cerita masyarakat setempat, suatu hari ada sepasang pengantin baru yang hendak menyeberangi Bengawan Solo. Si Wanita ingin makan mangga yang keberadaannya di seberang sungai.


“Dinda, bukannya Kanda tidak mau memetikkan mangga. Tapi lihatlah air bengawan cukup deras!”
“Berarti Kanda tidak sayang padaku!”
“Kok Dinda berkata begitu?”
“Buktinya Dinda hanya ingin buah mangga saja Kanda tidak mau memetikkannya.”
“Bukannya tidak mau. Nanti kalau airnya surut Kanda pasti memetikkan mangga yang banyak untukmu.”
“Kanda, rasa inginku begitu sangat. Jika Kanda tidak mau memetikkannya, Dinda sendiri yang akan memetik.” Si Wanita beranjak pergi.
“Dinda…. Tunggu….!” Teriak suaminya.

Akan tetapi teriakan itu tidak dihiraukan. Si Wanita terus melangkah bahkan setengah berlari. Tiada pilihan lain Si Pria menyusulnya dari belakang. Ketika di tepi bengawan, Si Pria berhasil memegang tangan istrinya.

“Dinda…,  Kanda sangat sayang padamu. Biarlah Kanda saja yang menyeberang bengawan. Dinda tunggu di sini saja.”
“Tidak Kanda. Aku ingin memetik sendiri mangga itu.”
“Dinda, lihatlah bengawan airnya tengah pasang!”
“Jika Kanda takut, sebaiknya Kanda yang tunggu di sini.”
“Baiklah, mari kita ke sana bersama-sama!” ajak suaminya.

Keduanya tengah menuruni pinggir dinding sungai. Dari kejauhan ada orang yang berteriak-teriak melarang.
“Jangan menyeberang. Bengawan airnya deras. Apalagi di barat tampak mendung!”
Akan tetapi teriakan orang itu tidak dihiraukan. Kedua pasang pengantin baru itu telah masuk ke dalam sungai. Mereka tidak berenang tetapi berjalan di dalam air. Awalnya hanya kakinya
yang masuk ke air. Kemudian pinggangnya yang tenggelam. Kemudian air setinggi leher. Dan, tiba-tiba hup! Kedua orang itu lenyap bagai ditelan bengawan.

Orang yang mengawasi sejak tadi berteriak-teriak minta tolong.

“Tolooooong….ada orang tenggelam. Tolong ada orang tenggelam!”

Tidak lama kemudian berdatanglah orang-orang yang hendak memberi pertolongan. Namun, sudah berjam-jam jasad sepasang suami-istri itu tidak ditemukan. Bahkan, keajaiban pun terjadi. Di tempat sepasang penganten tenggelam tadi segera tumbuh dua batang pohon yang sekarang dinamakan Sobrah Penganten.


Tempat tersebut dianggap angker. Siapa saja yang berlayar harus hati-hati dan tidak boleh berkelakar. Konon ketika Bengawan Solo masih digunakan sebagai jalur pelayaran sudah banyak perahu yang tenggelam akibat para penumpang berkelakar.

Sahabat Taman Tembang dan Sastra, terima kasih atas kunjungannya. Sampai jumpa, jangan lupa kunjungi seri berikutnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Legenda - Cerita Sepanjang Bengawan Solo # Sobrah Penganten"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel