-->

Legenda - Cerita Sepanjang Bengawan Solo # Kyai Tenggar

Legenda - Cerita Rakyat Sepanjang Bengawan Solo # Kyai Tenggar
Legenda - Cerita Rakyat Sepanjang Bengawan Solo # Kyai Tenggar
TAMAN TEMBANG DAN SASTRA - LEGENDA - Sahabat Taman Tembang dan Sastra berjumpa lagi dengan taman legenda (cerita rakyat). Kali ini taman legenda akan menyuguhkan Cerita Rakyat Sepanjang Bengawan Solo dalam kisah Kyai Tenggar.

Cerita ini mengisahkan tentang seorang pengembara yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. Selengkapnya adalah sebagai berikut.

KYAI TENGGAR

Oleh: Parpal Poerwanto

Tersebutlah suatu kawasan yang tandus dan kering. Di antara lereng-lereng Pegunungan Seribu. Hamparan perbukitan yang gersang. Tanah tegalan kerontang. Hampir tiada satupun pohonan hijau di sana. Keadaan itu membuat resah hati seseorang. Dialah seorang pengembara yang tidak diketahui dari mana asalnya.

"Jika keadaan ini berlangsung terus-menerus, maka tidak ada kehidupan di wilayah ini," demikian gumamnya.

Pengembara itu duduk di atas batu. Sesekali tangannya mengelap keringat di keningnya. Terik matahari membakar kulit. Namun, semua itu tidak dihiraukan. Rasa lapar dan haus tidak dirasakan.

Pengembara memutuskan untuk menetap di situ. Ia bersamadi memohon kepada Tuhan Yang Maha Pemurah agar desa tersebut terlepas dari bahaya kekeringan.

Rupanya Tuhan mengabulkan apa yang ia mohonkan. Melalui suatu firasat dalam samadinya, ia harus menanam pohon beringin. ntuk itu, ia memutuskan untuk mencari keberadaan bibit pohon beringin.

Suatu hari, badannya terasa lemah. Hal itu disebabkan sudah lama tubuhnya tidak mendapat asupan makanan. Tiba-tiba ia terjatuh dan tertidur dalam waktu yang cukup lama. Setelah sadar, ada sesuatu yang aneh pada tubuhnya. Dirasakan ada yang membasahi pakaiannya. Benar! Rupanya ada sumber air di tempat itu. Sumber itu tidak kelihatan jelas. Hanya berupa rembesan air belaka. Kemudian, ia mencungkil batu yang berada di bawah kakinya. Dari bekas batu itu lambat laun terkumpul air jernih. Pelan-pelan tangannya meraup air itu lalu meminumnya. Seketika badannya kembali segar dan kuat.


Tiba-tiba matanya berbinar. Tidak jauh dari sumber air terdapatlan sebatang pohon beringin kecil tumbuh.
"Syukur ya, Gusti. Mudah-mudahan berawal dari tempat ini, wilayah sini tidak kekurangan air."

Singkat cerita, pohon beringin yang dulunya kecil kini telah tumbuh besar. Seiring dengan itu, sumber airpun juga semakin besar. Oleh karena itu, dibuatlah sebuah sendang. Dari sinilah air Bengawan Solo bermula.  Orang menamakan Sendang Tuk Tenggar. Orang-orang memanfaatkan air sendang itu untuk keperluan sehari-hari. Selain itu, kelebiahn air digunakan pengembara untuk mengoncori pepohonan yang ia tanam di daerah itu. Hingga lama kelamaan wilayah yang gersang itu menjadi hijau.

Kemudian, pengembara membuat pondok di tempat itu. Awalnya hanya seorang diri. Lama-kelamaan banyak orang berdatangan untuk tinggal di situ. Akhirnya, terbentuklan sebuah dusun yang banyak penghuninya. Pengembara diangkat warga sebagai sesepuh dusun dengan sebutan Kyai Tenggar sesuai dengan nama dusunnya. 

Kyai Tenggar selalu mengingatkan kepada warga agar menjaga lingkungan terutama keberadaan sendang dan pohon ringin yang memayungi sendang itu.

"Ingat wargaku semua. Jaga dan rawatlah sendang dan pohon ringin itu. Jika kalian melanggar maka akan berhadapan dengannku!" kaya Kyai Tenggar yang tiba-tiba lenyap dari pandangan. Seluruh warga heran akan kejadian itu.


Lenyapnya Kyai Tenggar ada yang mempercayai bahwa orang sakti itu berubah menjadi naga besar yang menunggu keberadaan Sendang Tuk Tenggar. Hal ini dikaitkan dengan kejadian-kejadian aneh yaitu munculnya naga besar ketika sendang itu dibersihkan atau dikuras. Untuk itu, agar naga tidak mengganggu, sebelum melalukan pengurasan sendang diadakan selamatan dan doa bersama memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kegiatan membersihkan sendang berjalan lancar dan tidak menimbulkan celaka.

Sahabat, terima kasih atas kunjungannya. Tunggu cerita rakyat Sepanjang Bengawan Solo lainnya, ya! Sampai jumpa!

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Legenda - Cerita Sepanjang Bengawan Solo # Kyai Tenggar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel