Legenda - CEMPURUNG # KI AGENG DONOLOYO # 5
Saturday, 10 February 2018
Add Comment
![]() |
| Legenda - CEMPURUNG # KI AGENG DONOLOYO # 5 |
TAMAN TEMBANG DAN SASTRA - LEGENDA - Sahabat Taman Tembang dan Sastra, selamat berjumpa dengan taman legenda (cerita rakyat). Kesempatan kali ini taman legenda masih melanjutkan kisah Cempurung Ki Ageng Donoloyo. Ini merupakan bagian ke-5 dari cerita terjadinya Alas Donoloyo di Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
CEMPURUNG
KI AGENG DONOLOYO # 5
Oleh: Parpal Poerwanto
Dikisahkan sebelumnya bahwa Dewi Donowati minta dicarikan menjangan oleh Pangeran Meleng. Setelah didapat, menjangan segera dipanggang ramai-ramai. Setelah matang, daging menjangan yang harum itu disantap bertiga dengan sangat lahap. Maklum, selama perjalanan dari Majapahit hingga di daerah kaki Gunung Lawu ini yang dimakan hanyalah buah-buahan dijumpai di hutan yang dilewati.
Perasaan puas dan gembira dirasakan oleh Pangeran Meleng. Pemuda yang gagah perkasa itu telah membuat rasa suka kepada orang yang sangat dicintai. Apalagi ketika Dewi Donowati juga lahap menyantap daging menjangan tersebut. Sudah beberapa kali minta diambilkan daging menjangan oleh Pangeran Meleng.
Pangeran Meleng bisa menduga bahwa rasa hatinya selama ini benar-benar mendapat sambutan Dewi Donowati. Buktinya selama ini dewi Donowati selalu minta perhatiannya. Namun, masih ada rasa ragu-ragu dalam hati Pangeran Meleng. Jangan-jangan sikap Dewi Donowati itu bukan merupakan rasa cinta antara seorang laki-laki dan perempuan. Jangan-jangan apa yang dirasakan Dewi Donowati itu tak ubahnya seperti cinta antara saudara. Sebab, di antara keduanya masih merupakan saudara sepupu.
Hal itu berbeda dengan Pangeran Dono Kusumo. Meskipun lebih muda, ia memberanikan diri tanya langsung kepada Pangeran Meleng perihal perhatian yang ditunjukkan kepada kakandanya itu.
"Kakang Meleng, sebelumnya aku minta maaf jika saya telah lancang."
"Maksud Dinda?"
"Maksud Dinda?"
"Begini, Kakang. Aku perhatikan, di antara Kakang Meleng dan Kanda Dewi sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan, dirasakan?"
"E, e...," Pangeran Meleng agak kerepotan untuk menjawab pertanyaan itu. "Terus terang aku sudah lama menaruh hati kepada Dinda Dewi. Apa ini salah?"
"Bukan begitu Kakang. Kelihatannya Kakang Meleng tidak bertepuk sebelah tangan."
"Kamu ini bicara apa?"
"Maaf Kakang, aku memang masih muda. Namun, aku sudah bisa menebak bahwa Kanda dewi juga menaruh hati kepada Kakang Meleng."
"Apa Dimas tidak setuju jika aku mencintai Dinda Dewi?"
"Sepertinya tidak ada yang pantas untuk disalahkan dalam hal mencintai."
"Apa yang harus aku lakukan, Dimas?"
"Sepertinya, sebagai seorang pemuda tidak tepat jika minta pendapat kepada bocah seperti diriku ini. "Monggo, yang pasti aku minta kepastian. Jangan sampai Kakandaku bersedih."\
Waktu itu, matahari telah condong ke barat. Di sebuah hutan sisi tenggara dari Gunung Lawu tiga orang tengah menyelami pikirannya masing-masing. Mereka berdiam diri di antara suara gemerciknya air pancuran alami. Tampak Pangeran Meleng tidak tenang. Ia berdiri dan jalan mondar-mandir seperti ada yang hendak dilakukan.
Pangeran Meleng merasa ditantang lagi. Kali ini datangnya dari Pangeran Dono Kusumo yang meminta kepastian hubungan antara dirinya dengan Dewi Donowati. Untuk itu, ia mencari waktu yang tepat untuk menjawab tantangan itu. Gayung pun bersambut, kebetulan Dewi Donowati sedang menyendiri. Kesempatan itu ia gunakan untuk menyatakan perasaan hatinya, bahwa ia benar-benar mencintai Dewi Donowati. Bahkan keikutsertaannya pergi dari Majapahit karena dirinya tidak mau kehilangan gadis yang diidam-idamkan sejak lama.
Sahabat, terima kasih atas ampirannya. Sampai jumpa di kisah ke-6, ya. Salam sastra: rekat santun ukhuwah.

0 Response to "Legenda - CEMPURUNG # KI AGENG DONOLOYO # 5"
Post a Comment