Legenda - CEMPURUNG # KI AGENG DONOLOYO # 3
Thursday, 8 February 2018
Add Comment
![]() |
| Legenda - CEMPURUNG # KI AGENG DONOLOYO # 3 |
TAMAN TEMBANG DAN SASTRA - LEGENDA - Sahabat Taman Tembang dan Sastra, berjumpa kembali dengan taman legenda (cerita rakyat). Legenda kali ini merupakan lanjutan kisah Cempurung, Ki Ageng Donoloyo bagian 3. Cerita ini mengisahkan terjadinya sebuah hutan yang bernama Alas Donoloyo di Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. Selengkapnya adalah sebagai berikut.
CEMPURUNG
KI AGENG DONOLOYO # 3
Oleh: Parpal Poerwanto
Perjalanan Pangeran Dono Kusumo, Dewi Donowati, dan Pangeran Meleng telah sampai di kaki Gunung Lawu bagian tenggara yang masih merupakan hutan belukar. Hutan yang masih perawan itu dihuni binatang liar seperti harimau, babi hutan, menjangan, bermacam burung, dan lain sebagainya.
Ada beberapa kampung kecil yang berada di sekitar pinggiran hutan. Untuk tidak mencurigakan akan kehadirannya, mereka sepakat untuk meninggalkan tata cara percakapan istana. Mereka menggunakan bahasa seperti rakyat jelata, termasuk dalam memanggil nama mereka.
Waktu itu Dewi Donowati telah menginjak remaja puteri. Meskipun belum dewasa tetapi sudah bisa merasakan asmara. Benar kata orang bahwa rasa cinta bisa timbul akibat sering bertemu. Selama ini, Dewi Donowati sering meminta bantuan kepada Pangeran Meleng. Berawal dari situlah maka timbul benih-benih cinta.
Hal tersebut tidak jauh beda dengan yang dirasakan Pangeran Meleng. Jujur saja, keikutsertaannya meninggalkan istana tak lain dan tak bukan karena diirnya ingin selalu dekat dengan Dewi Donowati. Sejak masih tinggal di istana Pangeran Meleng telah jatuh cinta kepada sepupunya itu.
Kesempatan sangat memberikan peluang. Selama perjalanan sejak Majapahit hingga di lereng Gunung Lawu digunakan Pangeran Meleng sebaik-baiknya agar bisa lebih dekat dengan Dewi Donowati. Maka, tidak mengherankan jika di antara Dewi Donowati dan Pangeran Meleng ibaratnya bak gayung bersambut. Tumbu oleh tutup. Pas sekali.
Walaupun Dewi Donowati jatuh hati kepada Pangeran Meleng tetapi karena dirinya seorang perempuan tentu tidak akan mengutarakannya terlebih dahulu. Untuk meraih perhatian Pangeran Meleng, ada-ada saja yang dilakukan Dewi Donowati.
"Aduh tolooo...!" jerit Dewi Donowati sembari merangkul pundak Pangeran Meleng ketika kakinya terperosok ke lumpur. Tanpa membuang kesempatan Pangeran Meleng segera menarik kaki Dewi Donowati lalu membersihkannya dengan air. Kemudian, dengan gagah dibimbingnya gadis cantik itu ke tempat yang lebih aman.
"Kakiku masih kotor. Pasti tadi membersihkannya tidak sungguhan, ya?" kata Dewi Donowati sembari mengolesi kaki Pangeran Meleng sehingga menjadi kotor karena yang dioleskan adalah telapak kaki tanpa alas. Pangeran Meleng batinnya sangat gembira dan merasa bangga karena ternyata dirinya tidak bertepuk sebelah tangan.
Melihat semua itu, Pangeran Dono Kusumo hanya bisa diam. Ia tahu bahwa kakandanya minta perhatian Pangeran Meleng.
"Sebaiknya Dinda Dewi duduk di batu itu. Aku akan mencari air," kata Pangeran Meleng segera berlalu. Kebetulan tidak jauh dari tempat itu ada sumber air yang jernih airnya. Selanjutnya, dibersihkannya kaki Dewi Donowati yang sebenarnya tidak terlalu kotor karena sebelumnya memang sudah ia bersihkan.
"Aduh sakit, jangan kasar-kasar!" jerit Dewi Donowati.
"Perasaan, cukup pelan....," kata Pangeran Meleng agak kaget. Dalam hatinya merasa bangga sebab ia tahu bahwa Dewi Donowati sebenarnya hanya untuk menarik perhatiannya.
"Sini, aku bersihkan sendiri saja...!"
"Ya sudah, aku minta maaf."
"Tidak, aku tidak akan memaafkan kamu....!"
"Kalau begitu, aku siap menerima hukuman."
"Betulkah?"
"Jika yang memberikan hukuman itu Dinda Dewi, rasanya bagaikan suatu penghargaan."
"Nanti menyesal?"
"Tidak!"
"Hukumannya berat lho....!"
"Aku siap, katakanlah Dinda Dewi....!"
"Aku sudah lama tidak makan daging menjangan. Aku yakin hutan ini banyak menjangannya. Hukumannya adalah.... kamu harus bisa mencarikan seekor menjangan untuk santap makan siang kali ini!"
Sahabat, terima kasih atas kunjungannya. Nantilan kelanjutan kisa ini pada bagian 4. Sampai jumpa!

0 Response to "Legenda - CEMPURUNG # KI AGENG DONOLOYO # 3"
Post a Comment