-->

Legenda - CEMPURUNG # KI AGENG DONOLOYO # 2

Legenda - CEMPURUNG # KI AGENG DONOLOYO # 2
Legenda - CEMPURUNG # KI AGENG DONOLOYO # 2
TAMAN TEMBANG DAN SASTRA - LEGENDA - Sahabat Taman Tembang dan Sastra, jumpa lagi dengan taman legenda (cerita rakyat). Legenda kali merupakan kelanjutan Cempurung, Ki Ageng Donoloyo ke-2 yang merupakan legenda Alas Donoloyo. Selamat menikmati.

CEMPURUNG

KI AGENG DONOLOYO # 2

Oleh: Parpal Poerwanto

Perjalanan itu dalam suasana mencekam, hening. Tak satupun percakapan terlontar dari ketiganya. Setelah menempuh perjalanan cukup lama, matahari mulai menampakkan diri. Ketiganya kelihatan sangat lelah. Terlebih Dewi Donowati. Putri cantik itu tampak sangat kecapaian. 

"Dimas Dono Kusumo, apa sebaiknya kita tidak istirahat barang sejenak?" Dewi Donowati minta persetujuan adindanya.
"Baiklah Kanda, mari kita istirahat di atas batu hitam itu," jawab Pangeran Dono Kusumo sambil melangkah ke sebuah batu sebesar gajah berwarna hitam keabu-abuan. Pangeran Dono Kusumo sendiri juga merasakan penat yang begitu sangat.

"Kanda, aku minta maaf karena membuat Kanda sengsara seperti ini," kata Pangeran Dono Kusumo.
"Maksudmu apa, Dimas?"
"Seumpama tidak meninggalkan istana, tentu Kanda tidak mengalami kesengsaraan seperti ini."
"Dimas, aku tidak merasakan semua ini adalah kesengsaraan. Dan ini bukan salahmu, Dimas. Sebab, yang berinisiatif meninggalkan istana bukankah Kanda sendiri?"
"Seandainya aku tidak mengiyakan usul Kanda, apakah Kanda akan nekat?"
"Sudahlah, tidak baik membicarakan itu lagi. Bagaimanapun juga kita sudah sepakat untuk meninggalkan istana. Apapun risikonya harus kita hadapi."
"Berarti, tekad Kanda benar-benar sudah bulat?"
"Jangan-jangan malah Dimas sendiri yang masih ragu-ragu...."
"Tentu tidak. Aku hanya menjajaki sejauh mana kesungguhan Kanda Dewi."

Tidak sengaja percakapan antara Dewi Donowati dan Pangeran Dono Kusumo membuat Pangeran Meleng tersinggung. Dalam hati Pangeran Meleng merasakan bahwa keikutsertaannya meninggalkan istana Majapahit tiada lain karena Dewi Donowati. Namun, jika berkata jujur tentunya malu. Karenanya, Pangeran Meleng ikut bicara.
"Dinda Dewi dan Dimas Pangeran, kita bertiga sudah bertekad untuk mencari kehidupan di luar istana. Maka, meskipun banyak rintangan kita jangan mudah menyerah apalagi putus asa."

"Betul, Kanda. Sesuai dengan niat awal kita, dan aku setuju dengan apa yang disampaikan Kanda Dewi tadi, apapun risikonya harus kita hadapi."

Kemudian mereka melanjutkan perjalanan. Sementara waktu tidak ada yang bercakap-cakap. Mereka tengah mengumbar pikiran masing-masing. Mencoba mengukir harapan-harapan dalam angan tentang kehidupan yang belum tergambar, masih misteri.


Tak terasa hari telah memasuki malam. Pangeran Dono Kusumo melihat ke atas. Dilihatnya langit penuh bintang. Di dalam pikiran Pangeran Dono Kusumo, bintang-bintang itu bagaikanharta benda, emas, dan intan berlian negara Majapahit yang ditinggalkannya. Sepintas memang menggiurkan. Namun, semua itu bisa menyebabkan kesengsaraan jika manusia serakah ingin memilikinya. Maka, meskipun di istana masih banyak harta benda, Pangeran Dono Kusumo bertekad tidak akan tergiur terhadap barang atau harta benda yang sekarang tengah menjadi rebutan di antara keluarga Majapahit.

Sudah berbulan-bulan mereka menembus hutan belantara. Banyak kejadian yang dihadapi. Tidak terbilang sudah berapa kali menghadapi begal dan perampok di tengah perjalanan. Namun, semua itu bisa diatasi oleh Pangeran Meleng. Memang, Pangeran Meleng sangat sakti mandraguna. Selain tubuhnya yang tinggi gagah, otot-otot badannya juga kekar.


Apabila dirasa musuh yang menghadang tidak begitu kuat, maka Pangeran Meleng sendirilkah yang mengatasi. Bukan berarti Pangeran Dono Kusumo tidak sakti atau takut menghadapi musuh. Pangeran Dono Kusumo hanya membantu jika Pangeran Meleng benar-benar membutuhkan tenaganya.

Tidak terasa wilayah Wengker Ponorogo sudah terlewati. Mereka masih meneruskan perjalanannya ke arah barat. Jalan yang dilewati berupa pegunungan dengan hutan yang lebat. hutan itu benar-benar masih perawan. Belum ada manusia yang berani menapakkan kakinya di daerah itu.

Sahabat, terima kasih atas kunjungannya. Nantikan kisah selanjutnya atau seri ke-3, ya! Sampai jumpa.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Legenda - CEMPURUNG # KI AGENG DONOLOYO # 2"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel