Legenda - Buaya Kedung Depis 5 # Banjarsari Semakin Ramai
Friday, 2 February 2018
Add Comment
![]() |
| Legenda - Buaya Kedung Depis 5 # Banjarsari Semakin Ramai |
TAMAN TEMBANG DAN SASTRA - LEGENDA - Sahabat Taman Tembang dan Sastra, berjumpa kembali dengan taman legenda (cerita rakyat). Kali ini masih melanjutkan cerita rakyat Buaya Kedung Depis (yang ke-5), yakni Banjarsari Semakin Ramai. Selengkapnya adalah sebagai berikut.
BUAYA KEDUNG DEPIS (5)
BANJARSARI SEMAKIN RAMAI
Oleh: Parpal Poerwanto
Selang beberapa hari, berbondong-bondonglah orang pindah ke Desa Banjarsari. Mereka datang dengan segenap keluarga. Selain itu, semuaharta benda miliknya ikut dibawa sekalian. Begitu juga hewan-hewan piaraan seperti ayam, kambing, dan lembu tidak ketinggalan.
Mereka kembali menempati dea yang beberapa waktu telah mereka tinggalkan. Kini, Desa Banjarsari semakin ramai karena banyak warga dari daerah lain yang berdatangan dan ikut berdiam di tempat itu. Itu semua disebabkan karena tempat yang bernama Banjarsari itu, sekarang aman dari gangguan buaya buas.
Mereka hidup rukun berdampingan. Sikap gotong royong selalu dijunjung tinggi. Kalau ada tetangga yang membutuhkan bantuan, warga lainnya dengan ikhlas selalu datang menolong. Itu semua berkat anjuran dari Ki Irapati.
Dari ketiga saudara keturunan Pajang itu yang lebih menonjol di mata masyarakat adalah Ki Irapati. Selain ilmu pengetahuannya cukup tinggi, orangnya ramah dan penuh wibawa. Oleh karena itu, dengan kesepakatan bersama warga setempat mengangkatnya sebagai sesepuh desa dengan sebutan Ki Buyut Irapati.
Mengenai pengangkatan dirinya menjadi sesepuh dea, Ki Irapati tidak bisa menghindar. Sebutan itu tidak membuatnya besar hati atau lupa diri. Sebab, tidak ada yang istimewa bagi keturunan bangsawan seperti dirinya untuk mendapat gelar atau pangkat. Semua itu diterima karena dirinya sadar bahwa di dalam masyarakat harus ada pemimpin.
Akan tetapi, tidak semua warga menyetujui. Dialah Ki Soma yang merasa lebih berhak memimpin desa itu. Sebab, dialah sebelumnya yang menjadi sesepuh desa.Untuk itu, bersama-sama dengan anak buahnya, Ki Soma menantang Ki Buyut Irapati.
Sebenarnya Ki Buyut Irapati ingin melepaskan jabatan sesepuh itu untuk diberikan kepada Ki Soma. Namun, warga menolak karena selama menjadi sesepuh desa, Ki Soma bertindak sewenang-wenang. Suka memeras dan menghakimi warga yang tidak disukainya.
Mendengar penjelasan warga itu, Ki Buyut Irapati terpanggil hatinya untuk menghadapi Ki Soma. Bukan karena jabatan sesepuh yang ia taruhkan tetapi kezaliman harus dibasmi agar tidak terulang kembali. Maka, terjadilah pertarungan antara Ki Buyut Irapati menghadapi Ki Soma dengan ketiga anak buahnya.
Semua mata terbelalak. Warga tidak mengira bahwa Ki Buyut Irapati itu seorang yang hebat dalam bela diri. Satu per satu anak buah Ki Soma dapat dilumpuhkan. Kini, tinggal Ki Soma yang tengah menghunus sebuah pedang panjang. Dengan hati-hati Ki Buyut Irapati menghadapi Ki Soma. Terjadilah pertarungan sengit antara Ki Buyut Irapati menghadapi Ki Soma yang bersenjatakan pedang panjang.
Pada sebuah kesempatan, Ki Buyut Irapati dapat menjatuhkan pedang Ki Soma. Ki Soma kaget dan ketakutan. Serta merta lari tunggang langgang diikuti ketiga anak buahnya.
Sepeninggal Ki Soma, kehidupan berangsur normal. Ki Buyut Irapati mengajarkan kepada semua warga tentang tata bertani. Para warga sangat gembira. Mereka mengolah tanah sesuai yang diajarkan Ki Buyut Irapati. Hasilnya lebih baik ketimbang menggunakan cara-cara sebelumnya.
Desa Banjarsai benar-benar menjadi hunian yang nyaman. Selain udaranya segar alami, tanahnya juga sangat subur.
Mereka bercocok tanam tanpa kekurangan air sebab tanah garapan mereka di sepanjang alu Bengawan Semanggi.
Dalam bercocok tanam, mereka memanfaatkan lumpur atau tanah aluvial yang ada di Bengawan Semanggi. Tanah itu mengandung humus yang sangat tinggi cocok untuk kesuburan tanah.
Selain bercocok tanam, mereka juga sering berburu ikan di bengawan. Ada yang menggunakan jaring, jala, maupun pancing.
Sebenarnya, kehidupan normal seperti itu pernah mereka alami jauh waktu sebelumnya. Namun, pada waktu itu, seiring waktu sering ada kejadian warga atau hewan ternak mereka dimakan buaya.
Sahabat, terima kasih atas kunjungannya. Tunggu lanjutan Buaya Kedung Depis ke-6, Buaya Kedung Depis.

0 Response to "Legenda - Buaya Kedung Depis 5 # Banjarsari Semakin Ramai"
Post a Comment