JASMERAH RAMAIKAN MALAM TIRAKATAN DI PENDOPO KABUPATEN WONOGIRI
JASMERAH RAMAIKAN MALAM TIRAKATAN DI PENDOPO KABUPATEN WONOGIRI
Taman Tembang dan Sastra – Budaya – Pentas teater remaja
dengan lakon Jasmerah garapan Parpal Poerwanto berjalan lancar. Acara yang digelar di Pendopo Kabupaten
Wonogiri pada Rabu (16/8) itu sangat menghibur para penonton yang terdiri dari
para siswa dan pejabat yang diundang. Para pemain berasal dari Sanggar Kencana
Laras yang terdiri dari siswa, GTK, komite sekolah dari SMPN 1 Pracimantoro dan
SMPN 4 Pracimantoro. Turut bermain sebagai bintang tamu Bupati Wonogiri, Joko
Sutopo, dan Camat Pracimantoro, Warsito.
Bupati Wonogiri Joko Sutopo dalam sambutannya memberikan
apresiasi kepada para remaja, pemuda, dan para seniman yang terlibat dalam
pentas teater tersebut. Dirinya juga menyebutkan bahwa salah satu upaya
membangun Kabupaten Wonogiri adalah dengan melestarikan seni budaya warisan
leluhur.
Bupati juga mengungkapkan bahwa untuk memaknai kemerdekaan
Republik Indonesia ke-78 ini para kaum muda milenial harus mempunyai mental
merdeka. “Mental merdeka itu tidak hanya pemikiran yang visioner yang bisa
membedakan benar dan salah tetapi sebuah pemikiran yang bisa melakukan sebuah
lagkah ke depan untuk mempersiapkan next saya mau menjadi apa. Memprediksi masa
depan dengan segala kapasitas yang dimiliki, dalam lima atau sepuluh tahun,
saya akan berprofesi sebagai apa, dan memberi kontribusi apa untuk bangsa dan
negara.”
Lebih lanjut bupati yang sering disapa Jekek ini menyatakan
bahwa dirinya bangga betul karena revolusi fisik sudah oke, hari ini tinggal
berinvestasi, mental spiritual harus dipersiapkan baru next yang melahirkan
karakter jiwa yang merdeka.
Terpisah, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Kabupaten Wonogiri sekaligus seniman senior, Eko Sunarsono, menyoroti bahwa gelaran
teater sudah berjalan lancar tetapi ada beberapa catatan untuk ke depannya agar
lebih baik. “Secara keseluruhan sudah bagus hanya ada beberapa catatan. Naskah skenario itu kan sudah matang termasuk karakter tokohnya.
Idealnya sutradara punya kekuasaan penuh termasuk bisa memilih pemain. Tetapi yang terjadi,
pemain hanya seadanya, sehingga tidak semua pemain bisa maksimal. Garap tari
juga belum tergarap semua sesuai tuntutan suasana. Garap iringan sebaiknya juga
tergarap secara detail. Kayaknya perlu ada kelanjutan untuk selalu berlatih
bagi para pemainnya sehingga ke depan bisa lebih baik.”
Menanggapi hal tersebut Parpal Poerwanto selaku penulis
skenario dan sutradara menyatakan bahwa hal tersebut terjadi karena latihan
yang tidak kompak dan tidak adanya stok pemain. “Teater ini terdiri dari
beberapa unsur, selain jalannya cerita ada tari, tembang, dan geguritan/puisi. Latihan
sering tidak kompak dan bongkar pasang. Jadwal sudah disepakati tetapi kadang
ada saja keperluan mendadak. Maklum pentas ini melibatkan banyak orang. Saat
gladi kotor saja ada seorang pemain yang mengundurkan diri dan harus mencari
pengganti saat itu juga. Bahkan, ada tokoh baru yang ikut bermain padahal dalam
skenario tidak ada. Saat gladi bersih formasi juga tidak lengkap. Selain itu adanya
keterbatasan stok pemain. Saya sudah minta untuk mengganti beberapa tokoh tetapi
tidak ada gantinya. Jadi, ya sudah kita optimalkan yang ada saja. Tapi, saya
tetap berikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua yang terlibat
dalam pentas ini karena mereka sudah mengeluarkan seluruh kemampuannya.
Mudah-mudahan ke depannya lebih baik.”
Sementara itu Kabid PTK, Tarmo, M.Pd., dirinya cukup terhibur
dengan tampilan malam itu. “Mantap dan luar biasa. Semua pemain menjiwai, alur
cerita runtut dan sistematis.” Senada dengan di atas, Mujoko, asisten sutradara
sekaligus penata iringan menyatakan kepuasannya. “Alhamdulillah di luar dugaan,
sempat khawatir saat gladi kotor belum maksimal tapi setelah pentas benar-benar
totalitas. Alis dan Mas Alif menjadi perbincangan teman-teman.” (PAL).

0 Response to "JASMERAH RAMAIKAN MALAM TIRAKATAN DI PENDOPO KABUPATEN WONOGIRI"
Post a Comment