PUISI PESISIR KARYA PENYAIR JAWA MADURA
PUISI PESISIR KARYA PENYAIR JAWA MADURA
Taman Tembang dan Sastra – Budaya – Hadir ke publik sebuah buku
antologi puisi bertajuk Puisi Pesisir - Penyair Jawa Madura. Acara launching dibarengkan
dengan peluncuran buku antologi puisi Membaca Jepara'8, Penyerahan Anugerah
Sastra, dan Penyerahan Hadiah Pemenang
Lomba Baca Puisi Kreatif '11 (LBPK'11), pada Sabtu (29/10) di Area Wisata Tirta
Samudra, Pantai Bandengan, Jepara.
Menurut salah satu penyair yang menghadiri acara tersebut,
Bambang Karno, menyatakan bahwa melalui puisi sebagai tangkapan situasi
sekaligus potret atas intuisi penyair pada aktivitas ataupun imajinasi pada
alam kehidupan pesisir yang ada di kotanya diharapkan dapat menjadikan cermin bersama
dalam mencintai dan menyantuni alam, khususnya tentang laut. Lebih lanjut, pria
yang sering disapa Bakar ini menyatakan bahwa dirinya merasa berterima kasih
karena dapat terlibat dan bersilaturahmi dalam kegiatan itu. “Saya berterima
kasih pada siapa saja dan dari mana saja yang mengundang untuk berpartisipasi
dalam proses kegiatan kesenian guna mempererat rasa persaudaraan”.
Sementara itu, dalam pengantarnya, Udik Agus DW, mengatakan bahwa
berdasar tema, keseluruhan puisi yang terkumpul dalam buku ini setidaknya dapat
dipilah menjadi tiga bagian. Pertama, penyair menciptakan sajak-sajak tentang
laut dengan segala ikhwal yang ada di dalamnya. Sebab berbicara tentang laut,
maka kita akan menemukan banyak kosa kata seperti pasir, ombak, pantai, perahu,
pelabuhan, dermaga, dan perlayaran, mangrove bahkan kepiting. Kedua, penyair menjadikan
laut sebagai inspirasi penciptaan karya-karya puisinya. Banyak persoalan yang
digarap dalam tema ini, misalnya mengenai pencemaran, reklamasi, abrasi,
keprihatinan hidup para nelayan, dan lain-lain. Kemudian yang ketiga adalah
penyair mencipta puisi dengan meminjam kosa kata tentang laut untuk mematangkan
tentang puisi-puisinya. Dalam hal ini, penyair hanya menulis puisi yang
memanfaatkan kosa kata tentang laut atau yang berhubungan dengan laut untuk
menguatkan imajinya.
Buku antologi yang diterbitkan Yayasan Gaperto Jepara ini memuat karya puisi 73 penyair dari
30 kota se-Jawa-Madura. “Dari Wonogiri sendiri ada empat penyair dengan masing-masing
menyumbangkan tiga puisi lolos kurasi panita. Mereka adalah saya sendiri, Sri
Sugiyanto , Didit Setyonugroho, dan Parpal Poerwanto. Mudah-mudahan buku ini
dapat diterima para penikmat puisi di tanah air,” pungkat Bakar. (PAL).

0 Response to "PUISI PESISIR KARYA PENYAIR JAWA MADURA"
Post a Comment