-->

CALON DALANG SABET

 


CALON DALANG SABET

Taman Tembang dan Sastra – Budaya – Memang terlalu dini untuk diprediksi sekarang. Namun, ketika melihat penampilannya dalam lomba dalang cilik belum lama ini, predikat calon dalang sabet rupanya pantas disematkan pada siswa kelas VII SMPN 2 Wonogiri ini.

Dialah Rakai Sangha Parana atau lebih akrab disapa Sangha. Dalang bocah kelahiran Wonogiri  19 Februari 2010 ini adalah anak pertama dari dua saudara dari pasangan Gatot Sunarto dan Atik Sugiarti.

Ia mengenail dunia pedalangan ketika belajar kepada Bpk Sigit Mursito, S.Sn. dari sanggar Nareswara, Sumbersari, Purwosari, Wonogiri. Sebenarnya ia mulai belajar mendalang ketika wabah pandemi belum melanda dunia. Namun, sejak itu pula ia harus berhenti belajar mendalang karena memang situasi tidak boleh untuk berkumpul/berkerumun sebab wabah tersebut.

Baru ketika ada kabar akan ada lomba dalang kecil, gurunya, Sigit Mursito, mengabari.  Mendapat kabar itu Sangha kaget sekaligus girang. Di sisi lain, gurunya juga merasa ragu. Namun, sejak dirinya mengenal Sangha beberapa tahun sebeleumnya, keraguan itu disingkirkan. “Awalnya ragu-ragu, apa mungkin dalam tempo dua minggu bisa ikut bersaing dalam sebuah lomba, tetapi saya melihat ada bakat tersembunyi pada bocah itu,” begitu kata Sigit Mursito penuh optimis.

Untuk itu, maka diadakan latihan kilat. “Bisa dikatakan Sangha itu peserta paket kilat. Hanya latihan selama dua minggu itu pun non-full. Jarang bisa dilakukan seorang dalang pemula, apalagi dengan waktu singkat. Banyak yang heran setelah saya bercerita termasuk kepada juri dan panitia. Sabetnya, keprakan, dodhogan sudah lumayan bagus. Kalau suara baru tahap peralihan suara usia anak ke remaja (mbekuki). Ia harus banyak belajar tentang irama, laras, dan intonasi dialog wayang”.


Dalam ajang ini, Sangha baru bisa meraih juara harapan 1. Namun, mengingat para pesertanya rata-rata sudah memiliki jam terbang yang tinggi, maka dirinya bersyukur masuk dalam kategori pemenang.

Ditanya mengenai para peserta, Sigit Mursito mengatakan, “Pada dasarnya semua bagus, dan jam terbang (pentas) sangat berpengaruh. Harus banyak latihan, melihat, mendengarkan, berlatih, dan tidak fanatik pada salah satu dalang, karena semua mempunyai kelebihan dan kekurangan,” tandas Sigit menilai para peserta lomba dalang cilik.

Sementara itu, Sangha mengatakan bahwa dirinya sangat grogi. “Saya sangat grogi. Rata-rata peserta sudah sering mucuki atau tampil sendiri. Sedangkan saya, latihan sekitar dua minggu saja tidak setiap hari. Mudah-mudahan tahun depan ada kesempatan untuk berpartisipasi. Dan mudah-mudahan akan mendapat hasil yang lebih bagus lagi.” (PAL)

VIDEO DAPAT DILIHAT DI LINK BERIKUT INI.

https://www.youtube.com/watch?v=VGb7oyRU-Mc



 

 


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "CALON DALANG SABET"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel