MENANTI SENJA #RUMANTI
MENANTI SENJA #RUMANTI
Taman Tembang dan Sastra – Budaya – Sahabat tamantembangsastra.com, berjumpa lagi dengan taman puisi. Kali ini kita nikmati bersama sedikit ulasan puisi karya Rumanti yang tersaji dalam buku Menanti Senja yang juga merupakan salah satu judul puisi.
Menyelami puisi demi puisi buah pena seorang pendidik yang terangkum dalam buku bertajuk Menanti Senja ini, kita seperti menyelam dalam samudera hati yang penuh misteri. Ada bilah nelangsa, sebuah keputusasaan yang berujung pengharapan. Ada jeritan yang membuah doa ikhtiar. Ada kegalauan yang menggapai asa keniscayaan mengujung kemungkinan-kemungkinan. Seperti dalam puisi yang menjadi judul buku ini.
Hujan demi hujan mengguyur
Membasahi sekujur tubuh yang renta
Terseok menapaki jalan berliku
Menikam jiwa dalam gulana
Hujan kadang jatuhmu indah
Memancar memercik menggoda
Mata hati cerah terbuka
Membakar asa tuntaskan langkah
Dalam remang hari senja
Ada nyeri dalam hadirmu
Kisah pahit terangkai nyata
Gulana meraja
Lunglai berkuasa
Wahai hujan pada senja
Hadirkan kesadaran dalam ketenangan
Langkah ini kian menjerat
Tuntunlah jiwa' dalam istiqamah
Dinginkan asmara senja
Dalam kesejatian makna
Rumanti, nama penyair ini. Memahat kata demi kata dalam segenap curahan jiwa. Ada rasa syukur yang tertuang dalam rangkum suka. Ada duka nestapa yang melingkup dalam hidup, tentang cinta, tentang nyata dan makna kehidupan. Untuk lebih lengkapnya, --jika boleh merekomendasikan,-- buku kecil layak untuk dinikmati. Salam. (PAL)
0 Response to "MENANTI SENJA #RUMANTI"
Post a Comment