-->

Berhenti Menghitamkan Angin

Berhenti Menghitamkan Angin
Berhenti Menghitamkan Angin

TAMAN TEMBANG DAN SASTRA- PUISI – Sahabat Taman Tembang dan Sastra berjumpa kembali dengan Taman Puisi. Kesempatan kali disajikan puisi berjudul Berhenti Menghitamkan Angin karya Didit Setyo Nugroho. Puisi ini dipetik dari antologi puisi dengan judul yang sama. Sahabat bisa mendapatkan buku tersebut dengan harga Rp 50.000,- (belum termasuk ongkir). Yang menginginkan silakan WA ke 081393305359 atau 085803305677.

BERHENTI MENGHITAMKAN ANGIN
Didit Setyo Nugroho

Angin adalah udara yang berlari
Kandungan oksigennya menyusup ke dalam paru-parumu
Menjadikanmu berenergi
Membuatmu berpikir
Beraktivitas menggendalikan kehidupan.
Pepohonan-pepohonan yang memproses karbondioksida yang kamu hempaskan
Menjadi oksigen yang kau hirup
Dalam fotosintesis  saat matahari menyengat

Angin menyimpan energi bunyi
Yang tak pernah termusnahkan sampai akhir jaman
Menyimpan jerit Habil
Ketika Qobil yang tersusupi iblis menghancurkan kepalanya dengan batu
Saat memperebutkan Iqlimiya pemilik cinta penggugah jiwa
Saat kalah dalam penyajian sesaji antara seekor kambing gemuk dan sekarung gandum busuk
Pertarungan burung Gagak saat memperebutkan jasad beku Habil
Adalah pembelajaran penguburan kematian
Mengembalikan mayat pada akar dasar penciptaan
Pohon-pohon menangis dan mencatat kekejamannya
Ketika tubuhnya luka merah darah mengalir

Angin juga mencatat jerit Mashytoh yang mempertahankan keyakinan
Saat tenggelam di belanga air mendidih
Dalam kekejaman Firaun
Angin juga mencatat saat perempuan tua buta
Menyanyikan hujatan pada Muhammad
Di perempatan jalan kota Mekah
Kemudian dengan kelembutan dan ketulusannya Rasul menyuapi laparnya.

Angin menggaungkan bunyi saat laut merah pecah oleh tongkat Musa
Disusul jerit menyayat pasukan Firaun
Tenggelam bersama menutupnya laut yang terbelah
Berhentilah menghitamkan angin
Ia sudah terlalu kelam merekam semua hujatan.

Wonogiri 2019

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Berhenti Menghitamkan Angin "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel