Budaya - KUMIS, TERBALIK
Wednesday, 21 November 2018
Add Comment
![]() |
| Budaya - KUMIS, TERBALIK |
KUMIS, TERBALIK
TAMAN TEMBANG DAN SASTRA – BUDAYA – Malam itu, ketika menikmati kopi malam di pinggiran kolam renang, Mas Guru Bonang terkesiap. Kali ini, ada pertanyaan yang bukan sekadar celotehan belaka. Mas Guru Bonang benar-benar hanya bisa merapatkan kedua bibirnya yang sebenarnya sukar merapat.
Biasa, jika berkenalan dengan kawan baru, seseorang itu pasti bergurau tentang kumis Mas Guru Bonang yang sebenarnya biasah-biasah sajah. Pernah ketika acara di Kartika Chandra tempo bulan lalu, salah seorang peserta menyebut nama orang dari wilayah Mas Guru Bonang yang kali ini tidak hadir karena tidak menang lomba.
Kemudian, orang tersebut bergurau, “Jika Mbak JJJ datang pasti lengket sama Bapak, karena kumis Bapak itu...!” Mendapat gurauan itu, Mas Guru Bonang menjawab dengan gurauan pula (serius ding). “Ini kumis istriku, aku hanya membawakannya saja.”
Akan tetapi, kali ini kayaknya bukan sekadar gurauan. Sebab, yang “menyoroti” kumis Mas Guru Bonang kelihatan sangat serius. “Bapak ini terbalik. Orang-orang membersihkan kumis dan membiarkan janggutnya memanjang, tetapi Bapak malah kumisnya yang dipanjangin.”
Sebenarnya Mas Guru Bonang ingin menjawab “sorotan” itu. Namun, kali ini mulutnya benar-benar terkunci. Sebab, orang yang tanya tampak serius dengan nada dingin. Dan kali ini, benar-benar menohok perasaan Mas Guru Bonang. “Apa Bapak sengaja mbiarin kumis untuk memikat cewek?”
Dug! Jantung Mas Guru Bonang berdegup. Ia hanya bisa memandangi orang yang duduk di hadapannya itu. Tampak kumis dan jenggot tumbuh sporadis di mukanya yang sedikit gelap. Ekspresinya dingin. Entah apa yang terlintas di benak si penanya itu. Padahal, selama ini Mas Guru Bonang adalah seorang suami yang sangat setia. Jengki! Ajeng mboten ajeng nggih namung niki! Sebab, adanya hanya istri mau tidak mau yang hanya untuk istri. Suwer, deh!
Padjadjaran Suites, 14112018
Parpal Poerwanto

0 Response to "Budaya - KUMIS, TERBALIK"
Post a Comment