Budaya - NOSTALGIA KOPERASI RT DAN GELAS
Thursday, 2 August 2018
Add Comment
![]() |
| Budaya - NOSTALGIA KOPERASI RT DAN GELAS |
NOSTALGIA KOPERASI RT DAN GELAS
Oleh: Kun PrastowoTAMAN TEMBANG DAN SASTRA – BUDAYA - Pagi baru saja beranjak saat jatah ngopi memanggil. Ditemani sisa-sisa rokok kretek klangenan semalam, kuseduh secangkir kopi dalam gelas.
Asap rokok pun melambung bersenyawa dengan aroma kopi, nikmat.
Kenikmatan kopi pagi telah menjadi kebiasaanku sebagai pemicu angan untuk menjalin alur cerita yang tengah aku persiapkan; aku sedang menulis lanjutan cerita fiksi berjudul Tembang Tanah Pusaka, sebuah rangkaian cerita tentang Pengeran Mangkubumi dalam upaya mendirikan kraton Yogyakarta
.
Ketika angan melambung; tatapan mataku tertuju pada gelas yang aku pakai untuk menyeduh kopi.
Gelas 'ndesa' itu tertera tulisan: “H Begug Poernomosidi”, Bupati Wonogiri.
Seakan gelas itu mengajakku bercerita dan bernostalgia dalam kesendirian.
Nama itu sangat familier bagi warga Kabupaten Wonogiri. Siapa yang tidak kenal Pak Begug...?!
Gelas itu menjadi bukti bagaimana H Pegug Poernomosidi yang kondang dengan nama lain; “Ki Sura Agul Agul” dalam “ngrengkuh” warganya. Gelas itu menjadi bukti pendekatan budaya yang senantiasa dikedepankan budayawan dan politisi kawakan Wonogiri itu.
Gelas merupakan wadhah wedang. Dalam paramasastra jawa; wedang singkatan dari ngawe kadang, mengajak kepada semua pihak untuk bersatu padu membangun bersama.
Sebuah sanggit yang cerdas dijemas H Pegug Piernomosidi ketika memimpin warga Wonogiri. Pendekatan budaya dan pendekatan humanis menjadi landasan program kerjanya.
Hampir semua RT dan RW di Kabupaten Wonogiri mendapat gelas ndesa itu. Ada yang selusin, ada yang rong lusin.
Disamping itu, untuk menjaga stabilitas ekonomi kerakyatan, H Pegug Piernomosidi menginisiasi hadirnya Koperasi RT di seluruh wilayah Kabupaten Wonogiri.
Pertahanan ekonomi Indonesia dari gempuran ekonomi global dan liberalisasi adalah koperasi.
Saka guru ekonomi Indonesia adalah koperasi. Menyadari akan hal itu, H Pegug Piernomosidi sebagai Bupati Wonogiri (ketika itu) mengajak warga untuk menterjemahkan kondisi ekonomi kerakyaan melaui langkah konkrit dengan berkoperasi.
Marwah warga Indonesia yang mengedepankan kerukunan, gotong royong dan kebersamaan dirangkai dalam wadah koperasi agar dapat mencapai kesejahteraannya.
H Pegug Piernomosidi sebagai budayawan sagat paham karasteristik warga di Wonogiri yang masih kental dengan tradisi dan jiwa korsa kedaerahan.
Gelas 'ndesa' dan koperasi senantiasa bercerita bagaimana H Pegug Poernomosidi “berkarya” di tengah masyarakatnya.
Entah apa kata yang tepat untuk mengapresiasi kinerja pilitisi budayawan itu. Yang pasti; sebuah karya telah ditorehkan disamping karya nyata yang lain.
Kopi dalam gelas 'ndesa' itu masih menemaniku merangkai asa.....
Kun Prastowo, penulis lepas.

0 Response to "Budaya - NOSTALGIA KOPERASI RT DAN GELAS"
Post a Comment