-->

Budaya - TERLALU

Budaya - TERLALU
Budaya - TERLALU

TERLALU

Parpal Poerwanto

TAMAN TEMBANG DAN SASTRABUDAYA – Kemarin sore, Mas Guru Bonang sanja ke rumah sahabat, Ki Jumadiarto. Agar lebih gayeng Ki Jumadiarto nelpon Mas Gender. Tidak lama kemudian datanglah Mas Gender dengan diantar istrinya. Kami ngobrol gayeng apalagi Mas Gender membawa oleh-oleh kue nastar (semoga menyebutnya tidak salah). Sementara di meja tamu Ki Jumadiarto juga masih banyak penganan dengan berbagai jenisnya.

Bahan cerita memang macam-macam, dari yang serius maupun yang hanya sekedar intermeso. Biasa, jika bertiga ngobrol pastilah Ki Jumadiarto yang porsinya paling jumbo.

Dari sekian obrolan ada yang menggelitik. Yakni ketika teknologi yang tidak dipahami akan menimbulkan komunikasi yang kurang baik, sehingga akan menimbulkan syakwasangka atau bahkan fitnah.

Era tahun 2002-an ketika mesin ATM baru muncul di negeri ini, orang belum banyak yang tahu. Saat itu Ki Jumadiarto sudah menggunakan fasilitas itu untuk menyimpan dan mengambil uang gajinya sebagai konsultan. Sayang, untuk mengambilnya harus ke ibu kota provinsi alias Semarang.

Waktu itu, selain menjadi konsultan Ki Jumadiarto juga mengajar di MAN Wonogiri. Karena ada suatu kebutuhan dan harus mengambil uang, Ki Jumadiarto terpaksa ke Semarang. Perginya mengajak salah satu teman guru. Ketika Ki Jumadiarto mengambil uang di ATM, temannya terheran-heran dan sekaligus takut. Dikiranya, dengan kemampuan teknologinya Ki Jumadiarto telah maling uang. Sebab hanya dengan sebuah kartu dapat mengeluarkan uang lumayan banyak.


Coba, jika kecurigaan di atas kemudian disampaikan kepada orang lain kan jatuhnya menjadi fitnah. Untuk itu kita dilarang gaptek agar tidak mudah mencurigai orang lain. Apalagi dengan Teknologinya Tuhan yang harus benar-benar dipahami. Menurut Ki Jumadiarto, yang namanya ziarah kepada leluhur itu awalnya hanya dilakukan oleh orang Indonesia. Untuk itu, dengan Teknologinya Tuhan memaksa umat Muhammad untuk melakukan ziarah (pada peristiwa isra mi’raj). Pada peristiwa itu Nabi dipertemukan dengan para leluhurnya yang telah mendahului bahkan berbeda zaman.

Akan tetapi, meskipun menguasai teknologi pastilah tidak mungkin kita menandingi atau mengalahkan Teknologi Tuhan. Ada kabar bahwa Amerika telah membuat pesawat khusus anti kiamat yang bisa membawa awaknya terhindar dari hancurnya dunia. Bila hal itu benar, maka Mas Guru Bonang sangat setuju dengan kata Si Satria Bergitar, “ Ter-la-lu....”

Wonogiri, 240715

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Budaya - TERLALU"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel