Cerita Wayang - MENDUNG BERGANTUNG DI BUMI MANDURA # 6
Monday, 14 May 2018
Add Comment
![]() |
| Cerita Wayang - MENDUNG BERGANTUNG DI BUMI MANDURA # 6 |
MENDUNG BERGANTUNG DI BUMI MANDURA
Bagian 6
Oleh: Parpal PoerwantoTAMAN TEMBANG DAN SASTRA – CERITA WAYANG – Demang Sagopa agak kaget mendengar pertanyaan dari istrinya. Mungkin saja karena terfokus memerhatikan Kakrasana lalu abai terhadap Narayana dan juga Udawa.
Memang selama ini Udawa selalu membuntut ke manapun Narayana pergi. Kedua jejaka itu selalu berkelana. Bukan hanya hitungan hari tetapi hingga berbulan-bulan mereka jarang pulang.
Sebentar-sebentar ada orang yang mengadu karena dibegal atau dagangannya dirusak. Semua itu sebab kenakalan Narayana yang dibantu Udawa. Mau tidak mau Demang Sagopa mengganti barang yang dirampas atau dirusak Narayana.
Belum selesai suami-istri itu bercakap-cakap, ada orang mengetuk pintu. Setelah pintu dibuka Demang Sagopa kaget bukan kepalang. Sebab yang datang adalah orang besar utusan Praja Mandura, Harya Rukma ya Harya Prabu.
Setelah saling mengabarkan keadaan masing-masing, Harya Prabu mengutarakan maksud tujuannya. Yaitu menanyakan keadaan para keponakannya yang dititipkan di Widarakandang.
Demang Sagopa bercerita seadanya. Tentang Kakrasana yang menjelma pemuda gagah perkasa. Setiap hari kerjanya mengolah tanah di sawah atau ladang. Sedangkan Narayana suka berkelana dan mendatangi orang-orang pintar untuk berguru. Tentang Rara Ireng sekarang telah menjelma menjadi gadis yang cantik jelita.
Harya Prabu ingin mencoba kekuatan keponakannya yang bernama Kakrasana yang diceritkan Sagopa memiliki tubuh perkasa, kuat otot dan tulangnya. Untuk itu dibuat reka yasa agar Kakrasana pulang dan bertarung dengannya.
Demang Sagopa tangannya diborgol. Kemudian Harya Prabu pura-pura menganiaya Sagopa. Kemudian Sagopa menjerit-jerit minta tolong. Suara dikeras-keraskan agar sampai ke telinga Kakrasana yang tengah bekerja di sawah.
Benar, Kakrasana mendengar suara orang minta tolong lantas menghentikan mengayunkan pacul. Telinganya dibuka lebar-lebar untuk meyakinkan datangnya suara serta siapa yang menjerit minta tolong itu. Kakrasana tidak pangling bahwa suara itu datangnya dari rumah dan jelas suara bapaknya, Demang Sagopa.
Maka bagaikan peluru saja Kakrasana melaju pulang. Orangnya yang gampang marah semakin menjadi saja ketika dari kejauhan melihat bapaknya dihajar oleh seseorang. Makanya langkahnya semakin dipercepat.
Ketika telah sampai, tanpa ba bi bu Kakrasana langsung menendang orang yang menghajar Demang Sagopa. Orang yang ditendang jatuh tengadah. Setelah beberapa saat bisa menguasai diri, lalu berusaha berdiri. Melihat hal itu Kakrasana ingin menghajarnya lagi tetapi dicegah oleh Demang Sagopa. (BERSAMBUNG KE BAGIAN 7).

0 Response to "Cerita Wayang - MENDUNG BERGANTUNG DI BUMI MANDURA # 6"
Post a Comment