-->

Cerita Wayang - MENDUNG BERGANTUNG DI BUMI MANDURA # 4

Cerita Wayang - MENDUNG BERGANTUNG DI BUMI MANDURA # 4
Cerita Wayang - MENDUNG BERGANTUNG DI BUMI MANDURA # 4

MENDUNG BERGANTUNG DI BUMI MANDURA

Bagian 4

Oleh: Parpal Poerwanto

TAMAN TEMBANG DAN SASTRACERITA WAYANG - Prabu Basudewa benar-benar buntu pikirannya. Andai saja harus kehilangan tahta tidaklah mengapa. Namun permintaan Kangsa untuk menimang Rara Ireng itu suatu permintaan yang sangat berat. Rara Ireng adalah anak Prabu Basudewa yang dititipkan di Widarakandang bersama dua saudaranya, yakni Kakrasana dan Narayana. Sebab dititipkan adalah demi keselamatan Kakrasana dan Narayana karena diincar akan dibunuh Kangsa. Kangsa berbuat demikian karena menginginkan tahta kerajaan Mandura jatuh ke tangannya.

“Maaf Kanda Prabu,” kata Raden Ugrasena, “Sebenarnya, jika dipikir-pikir semua persoalan ini adalah kesalahan di tangan Kanda Harya Prabu.”
“Ugrasena. Jangan lancang bicaramu!” Harya Prabu tidak terima. “Apa dikira orang tua seperti aku ini takut kepadamu!”

“Kanda Harya Prabu. Aku hanya mengatakan sebenarnya saja.”
“Maksudmu aku bersekongkol dengan Kangsa, begitu?”
“Bukan. Bukan itu persoalannya. Ingatkah Kanda Harya Prabu dengan peristiwa belasan tahun silam?”
“Omonganmu jangan memutar-mutar, Ugrasena.”

“Aku belum selesai bicara Kanda. Coba mari kita ingat-ingat, seandainya Kanda Harya Prabu Rukma melaksanakan titah Kanda Prabu Basudewa untuk membunuh Kanda Dewi Maherah, tentu persoalan tidak akan berpanjang-panjang seperti ini.”

Harya Prabu Rukma diam. Ia ingat ketika itu dirinya mengemban tugas untuk membunuh istri Prabu Basudewa, Dewi Maherah karena telah mengandung seorang bayi yang bukan benih dari Prabu Basudewa. Harya Prabu tidak tega melaksanakan perintah itu. Dewi Maherah dibiarkan di tengah hutan hingga lahirlah bayi Basu Wara Kangsa.


“Dimas Harya Prabu dan Ugrasena. Sudah, sudah. Ada persoalan yang pelik untuk dipecahkan kenapa kalian justru menambah persoalan baru. Biarlah yang sudah biar berlalu. Kini, mari kita pikirkan bersama jalan keluar atas tiga persyaratan yang diminta Kangsa.”

“Kanda Prabu,” kata Harya Rukma, “Biar bagaimana pun sayalah yang salah. Benar apa yang dikatakan Dimas Ugrasena. Untuk itu biar saya saja yang menjadi jago kasepuhan.”

“Sudahlah. Tidak perlu diperpanjang lagi. Yang perlu dipikirkan, Kangsa telah mengetahui keberadaan anak-anakku di Widarakandang. Untuk itu, Dimas Harya Prabu saya utus ke Widarakandang nyatakan bagaimana keadaan keponakanmu di sana. Sedang Dimas Ugrasena, bukan berarti saya tidak percaya dengan kesaktianmu. Namun, bagaimanapun usia dan kekuatan itu berbanding terbalik. Hukum alam tetap berlaku, bukan? Untuk itu Dimas, kamu saya pasrahi untuk mencari jago guna menghadapi Surati Mantra kelak ketika adu jago itu benar dilaksanakan.” (BERSAMBUNG KE BAGIAN 5).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Cerita Wayang - MENDUNG BERGANTUNG DI BUMI MANDURA # 4"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel