Budaya - MANSUR SAMIN # ANGKATAN 66
Wednesday, 2 May 2018
Add Comment
![]() |
| Budaya - MANSUR SAMIN # ANGKATAN 66 |
MANSUR SAMIN
TAMAN TEMBANG DAN SASTRA – BUDAYA – Mansur Samin lahir di Batangtoru, Tapanuli pada 29 April 1930. Tamat SMA Solo dan mulai bersajak tahun 1947.
Sajak-sajaknya dimuat dalam Siasat/Gelanggang, Budaya, Merdeka/Genta, Indonesia, Konfrontasi, Sastra, Horison, dan lain-lain. Ia juga menulis cerita-cerita dan esai.
Sebagai guru menggiatkan deklamasi dan pertemuan-pertemuan sastra di Solo, serta bergerak di lapangan drama sebagai sutradara. Memenangkan hadiah majalah Sastra tahun 1963 buat sajak-sajaknya, antara lain “Raja Singamangaradja XII”.
Sejak permulaan tahun 1966 pindah ke Jakarta dan mengikuti pergolakan mahasiswa dan pelajar dalam KAMI dan KAPPI.
Kumpulan sajaknya diterbitkan oleh Sanggar Ibukota, berjudul Perlawanan, 1966 (stensil).
Berikut ini adalah salah satu sajaknya yang berjudul Desa Tinggal.
DESA TINGGAL
Memisah puncak luasan
segugus kecil jalan semak ke selatan
sampailah kiranya wilayah angkola
lenyap bertahun ditinggal pengembara
Secarik asap di jauhan
lebih mirip tikar pandan klabutan
betapa ramai di situ dulu melincak malam
kini berganti, benteng darurat dan gardu panjang
Bulir padimu kuning kemilau
ke tanah rantau suling menghimbau
Desatinggal di musim menugal ini
menyintak ingatan kemelut hari-hari silam
tapi kau dan aku, ah sebentar lagi
lupakanlah perang, hidup baru menyinar di hadapan
Sastra. Th.II No.5, 1962
(Sumber : H.B. Jassin Angkatan ’66 Prosa dan Puisi 2)

0 Response to "Budaya - MANSUR SAMIN # ANGKATAN 66"
Post a Comment