Budaya - CINTA PLATONIS
Wednesday, 30 May 2018
Add Comment
![]() |
| Budaya - CINTA PLATONIS |
CINTA PLATONIS
Oleh: Parpal PoerwantoTAMAN TEMBANG DAN SASTRA – BUDAYA – Main quiz-quizan ala fesbuk, butuh nyali. Sebab, kadang hasilnya sangat tidak mengenakkan meskipun sebenarnya mengundang kelucuan.
Belum lama ini Mas Guru Bonang mencoba sebuah quiz yang menanyakan tentang “Bagaimana sifat aslimu”. Ingin tahu jawabannya? Ini dia jawabannya. “Kowe termasuk tipe wong sing gampang jatuh cinta, ora peduli pacar/bjone wong”. Nah, untuk mengunggah atau menyebarkannya ke fesbuk yang dikonsumsi masyarakat maya tentunya butuh keberanian. Orang jaim tentu akan mengurungkan niatnya.
Akan tetapi, hal itu tidak berlaku bagi Mas Guru Bonang. Dengan santainya ia mengunggah hasil quiz tersebut untuk konsumsi umum. Toh isinya hanya iseng atau main-main belaka. Tapi apa yang terjadi. Banyak teman Mas Guru Bonang yang menanggapi seolah-olah itu dunia Mas Guru Bonang sebenarnya, meskipun mungkin hanya kelakar atau iseng belaka. Misalnya, “Aku percaya”, “Kwekekkkkk.... Ketahuan... wahahahah”, “Ketok boroke...!!!”, “Whah zooozs tnan gmpng jatuh cinta...”, dan lain-lain, dan lain-lain.
Membaca reaksi teman-temannya itu, Mas Guru Bonang lantas teringat pada istilah Cinta Platonis yang sering diucapkan oleh Guru sekaligus Sahabat di kala kuliah dulu. Yap, beliau adalah dosen Mas Guru Bonang sekaligus teman jajan atau ngobrol tentang apa saja. Beliau punya tiga panggilan kepada Mas Guru Bonang. Di kelas, ketika belajar beliau memanggil nama saja. Beliau menyapa dengan panggilan Mas Bonang apabila terjadi di luar pembelajaran dan dalam kondisi umum serta dalam situasi-situasi formal lainnya. Namun, jika dalam kondisi intim, beliau akan memanggil Ananda.
Nah, untuk panggilan Ananda ini bukan hanya terhadap Mas Guru Bonang saja. Namun, ada satu lagi yaitu seorang mahasiswi yang umurnya jauh di bawah usia Mas Guru Bonang. Namanya Ni Laras. Kebetulan antara Mas Guru Bonang dengan Ni Laras sering duduk satu bangku.
Nah, antara Pak Guru Dosen, Mas Guru Bonang, dan Ni Laras saling menjalani Cinta Platonis. Yakni cinta yang tanpa embel-embel nafsu seksualitas. Mereka saling menguatkan, saling mengingatkan, saling memperhatikan, dan saling menjaga silaturahim. Bahkan, sampai sekarang kondisi itu masih terjaga meskipun dipisahkan jarak yang cukup jauh. Sesekali mereka bertemu atau saling mengabarkan melalui telpon.
Kembali ke masalah quiz yang menyatakan bahwa Mas Guru Bonang itu orangnya mudah jatuh cinta. Itu memang tidak salah. Namun, bukan cinta sembarangan. Karena Mas Guru Bonang memang cinta pada sesama makhluk Tuhan. Apapun bentuknya, apapun wujudnya. Salah satu bentuk cinta yang sering Mas Guru Bonang jalankan adalah meminta maaf dan memberi maaf kepada makhluk Tuhan apapun wujudnya, apapun bentuknya, ketika menjelang tidur sesuai ajaran yang pernah ia terima.
Wonogiri, 300518

0 Response to "Budaya - CINTA PLATONIS"
Post a Comment