Legenda - SENDANG SIRAMAN, MLOKOLEGI
Saturday, 14 April 2018
Add Comment
![]() |
| Legenda - SENDANG SIRAMAN, MLOKOLEGI |
SENDANG SIRAMAN, MLOKOLEGI
TAMAN TEMBANG DAN SASTRA – LEGENDA - Sendang Siraman adalah sebuah petilasan Pangeran Sambernyowo atau Raden Mas Said yang terletak di Dusun Mlokolegi Desa Jatisobo Kecamatan Jatipuro, Karanganyar. Menurut cerita, pada waktu itu pasukan Pangerang Sambernyowo tengah beristirahat untuk melepas lelah selepas lolos dari kejaran musuh, yaitu Belanda.
Beliau bersama laskarnya bisa lolos dari kejaran musuh dan istirahat pada suatu tempat yang dirasa cukup aman, tepatnya di sebuah hutan kecil di utara Kali Walikan. Saat itu mereka telah kehabisan persediaan makanan sehingga anak buahnya kelaparan dan kehausan. Sebagai pemimpin, Pangeran Sambernyowo kemudian mencari akal. Dengan tongkatnya beliau mengungkit sebuah tonggak akar kayu wungu dan keluarlah air yang jernih. Kemudian beberapa laskar membuat sendang darurat dengan mengeduk tanah di sumber air tersebut. Dengan sumber air itu semua laskar Sambernyowo minum dan membersihkan badan.
Rasa haus telah sirna tetapi rasa lapar tetap terasa. Dilihatnya beberepa buah sebesar ibu jari kaki yang tanaman perdu di hutan kecil tersebut. Pangeran Sambernyowo mencoba memakannya dan ternyata rasanya manis (legi). Buah itu namanya buah mloko. Untuk Pangeran Sambernyowo memerintahkan anak buahnya untuk makan buah tersebut dan ternyata bisa menahan rasa lapar.
“Ingatlah semuanya! Tempat kelak akan berpenghuni. Untuk itu, saksikanlah bahwa tempat ini kunamakan Mlokolegi!”
Waktu pun berlalu. Kelak, apa yang dikatakan Pangeran Sambernyowo terbukti. Adalah seorang sakti bernama Soroyudo yang menjadi cikal bakal di dusun tersebut. Salah satu kesaktiannya ditunjukkan dalam membuat kali dengan cara menarik sabuk (ikat pinggang). Bekas tarikan sabuk itu kemudian menjadi kali. Masyarakat menyebutnya Kali Sabuk.
Sedangkan keberadaan Sendang Siraman sampai saat ini masih terawat baik meskipun para warga sekarang rata-rata sudah memiliki sumur sendiri. Namun, dulu sendang itu bisa mencukupi kebutuhan warga baik di kala penghujan maupun kemarau.
Menurut warga Mlokolegi, keberadaan sendang itu dulu dianggap keramat. Bahkan ada anggapan bahwa sendang itu hanya diperuntukkan bagi kaum pria. Jadi, tidak ada seorang perempuan pun yang berani mengambil air atau bahkan mandi di tempat itu. Jadi, jika ingin mandi harus diambilkan terlebih dahulu oleh kaum pria.(Parpal Poerwanto).

0 Response to "Legenda - SENDANG SIRAMAN, MLOKOLEGI"
Post a Comment