-->

Budaya - TRY OUT

Budaya - TRY OUT
Budaya - TRY OUT

TRY OUT

Oleh: Parpal Poerwanto

TAMAN TEMBANG DAN SASTRABUDAYA – Kali ini Mas Guru Bonang bertandang ke rumah Mas Gender. Di kene, di rumahnya, Mas Gender sedang menggeluti hasrat hobinya, yakni menyungging wayang.

Guru webe itu masih ibut dengan kuas di tangannya. Sesekali mengangkat dan memandangi tajam tokoh Jayadrata.

“Tumben sore-sore kemari Mas Bonang, ada apa?” tanyanya tanpa memalingkan pandangannya dari Jayadrata.

“Bagaimana hasil try out anak-anak?”
“Try out, buat apa? Itu bukan try out namanya, tapi proyek buang-buang dana,” jawab Mas Gender sambil memberi warna kuning emas tokoh Jayadrata. Mas Guru Bonang mesem sambil kukur-kukur sirah yang tidak gatal.

Memang benar apa yang dikatakan Mas Gender. Selama ini yang namanya try out itu tidak ada fungsinya sama sekali. Semestinya, yang namanya latihan ujian itu sebagai tolok ukur kemampuan siswa dalam menguasai materi yang akan diujikan kelak. Ada try out tingkat gugus, kecamatan, distrik, bahkan tingkat kabupaten. Namun, semua berjalan justru membebani siswa.

Membebani? Ya! Siswa seolah-olah dikejar-kejar, dihantui, dan tertakutkan akan ujian akhir sekolah tetapi tidak membawa dampak solusi yang positif. Selama ini, try out yang dilakukan hingga menjelang ujian (sampai pada detik ini), laporan hasilnya yang diberikan hanya yang tingkat kecamatan. Itu pun guru pasti tidak sempat menganalisis kompetensi mana yang belum dikuasai siswa, sebab saat ini (per tanggal 26 April) siswa sudah menjalani ujian sekolah. Sedangkan ujian sekolah yang berstandar nasional menyambung tanggal 3 Mei mendatang. Belum lagi, sebelum ujian juga keseselan try out yang diadakan oleh SMP terdekat.


Jika demikian, pertanyaannya sekarang apa fungsi dari try out itu? Seharusnya try out diberikan sebagai umpan balik bagi guru terhadap penguasaan siswa mengenai materi yang akan diujikan sehingga dapat memberikan pendalaman dan pengayaan materi dengan cara mengulang-ulang atau memberikan penjelasan sehingga siswa dapat mengejar ketertinggalannya/kebelumpahamannya. Jika hasil dan analisis try out sampai ujian berlangsung belum diberikan kepada guru yang bersangkutan apalah artinya jika bukan hanya sekadar buang-buang anggaran dan patut-patut belaka. Pantas Mas Gender menggerutu. (Wonogiri, 27 April 2018).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Budaya - TRY OUT"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel