-->

Puisi Panggung

Puisi Panggung
Puisi Panggung

TAMAN TEMBANG DAN SASTRA - PUISI - Sahabat Taman Tembang dan Sastra selamat berjumpa salam sastra rekat, santun ukhuwah. Pada kesempatan kali ini akan disajikan sebuah puisi karya Parpal Poerwanto yang berjudul Panggung.

Puisi ini diambil dari antologi puisi Belajarlah Dari. Selengkapnya adalah sebagai berikut.

PANGGUNG

Oleh: Parpal Poerwanto

- panyileukan group: berti, tita, tine, ika, ria, ivan

Beratus pasang mata membayangkan, barangkali kerling
yang singgah
di hati mereka, juga senyum, atau lengganglenggok ikuti
tetabuhan
bukan sekedar membunuh hawa dingin lereng tangkuban perahu

Wahai penari, --mata mereka bekerjap-- pesonamu bikin bertanya-tanya,
adakah hatimu pancaran dari gerak, atau nakal matamu
dan setangkup
bibir membungkus rona seraut wajah ditimpa kilatan
blitz, gemerlap lampu
panggung dan warnawarni kostum membungkus
lekuklekuk tubuhmu?

Atau hatimu juga menangis bawa derita dari balik
panggung dan
harihari seperti yang kita susuri? Atau memang kau
berada dalam dunia lain
bersama topengtopeng sembunyikan kegelisahan?

(Di sini, beratus pasang mata mencoba buang jauh segala
kesumpekan dari
balik meja kantor dengan segala birokrasi tenggelamkan
angan dan kenyataan ketika
secangkir kopi tersaji setiap pagi)

Wahai penari, --sekeping otaknya berkata-- jika kau
berkenan hadir dalam setiap
bukubuku menumpuk dalam meja kerjaku, menemaniku
di depan monitor
komputer, atau mengantarku pulang dengan ka-er-el
berjejal para
penumpang, atau menemani kesendirianku, ah, --tibatiba
sekeping otak yang lain
mencemooh-- Ilusi! Hadirlah dirimu dalam pentas
panggung terbuka. Di sana
ada tangis ada tawa. Menangislah mereka atas nasib yang
senantiasa menjerat,
walau sempat berontak! Atau tertawalah mereka yang
menang perang dengan
perut buncit mereka terkekehkekeh, lidahnya setajam
pedang hulubalang
dan matanya yang sipit oleh gelambir mana mungkin bisa
melihat mana yang
menangis dan mana yang tertawa. Jangan banyak bicara!
Sergah sekening otak
pertama, aku hanya sekedar berandaiandai, bilakah
kehidupan menjelma
dari senyum erotis penaripenari itu?

Sindangreret - Gambir, 970320

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Puisi Panggung"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel