Puisi Kegelisahan dan Nasib
Wednesday, 10 January 2018
Add Comment
![]() |
| Puisi Kegelisahan dan Nasib |
TAMAN TEMBANG DAN SASTRA - PUISI - Sahabat Taman Tembang dan Sastra salam sastra rekat santun ukhuwah. Berjumpa kembali dengan puisi karya Parpal Poerwanto. Kali ini yang disajikan adalah dua puisi, yaitu Kegelisahan dan Nasib.
Kedua puisi tersebut diambil dari antologi puisi Belajarlah Dari. Selengkapnya adalah sebagai berikut.
KEGELISAHAN
Oleh: Parpal PoerwantoDari pucukpucuk ilalang
Kegelisahan muncul kembali
Berbaur adat rerumputan
Hempaskan titiktitik embun pagi
Sementara angin mengabarkan
Kepedihan seekor burung
Kehilangan kekasihnya
Harihari hanyalah
Alur waktu yang mengulur
Kesiasiaan karena
Arak tetap membentang segala
Penjuru nuansa sakral
Gambir, 940415
NASIB
Oleh: Parpal PoerwantoWajah kusut berkeringan
Di ketiak lorong peradaban
Isyaratkan kekalahan dalam
Menterjemahkan kehidupan
Lembar agenda masih menerakan
Abjadabjad lama pekat
Tapa kosa kata pembaharuan
Dari segala bermula
Adalah petakpetak kegetiran
Adalah pilarpilar kegelapan
Menggasang angan dalam
Kancah kehidupan yang menyisakan
Keringat jiwa renta
Gambir, 940411

0 Response to "Puisi Kegelisahan dan Nasib"
Post a Comment